MEDIA DESA ONLINE

MEDIA DESA ONLINE
mediadesaonline.com merupakan situs berita online yang berdiri tahun 2023 dan berbadan hukum. Dikelola oleh PT. WEB DIGITAL MARKETING, berkedudukan di Sleman Berita dan informasi yang kami sajikan khusus seputar perkembangan desa di Indonesia mulai dari wisata, ekonomi, politik, pendidikan, pemerintahan, teknologi, dan lain-lain namun pada umumnya segala hal yang dirasa perlu diberitahukan kepada khalayak kami akan mengabarkan kepada semua pembaca.

DAPUR BAROKAH

DAPUR BAROKAH
JUAL NASIBOX ONLINE PERTAMA DIJOGJA

JASA KELOLA MEDSOS

JASA KELOLA MEDSOS
ANTI RIBET UNTUK JALANKAN MEDSOS

MEDIA DESA ONLINE

Selalu Ada Yang Baru

Blogroll

About

Taruna Tani Mapan, Semangat Petani Muda Bangun Pertanian Modern dari Desa


Saat Panen Selada di lakukan bersama sama kelompok tani TAMPAN dan para pemerintah desa dan tokoh di desa sumanding (dok.pribadi)

Sumamding, Jepara — Di tengah tantangan dunia pertanian yang kian kompleks, sekelompok anak muda di desa memilih jalan berbeda. Mereka tidak meninggalkan sawah dan ladang, melainkan menghadirkan inovasi baru agar pertanian tetap hidup dan diminati generasi muda. Semangat itulah yang kini tumbuh dalam Kelompok Taruna Tani Mapan (TAMPAN), sebuah wadah petani muda yang berdiri sejak tahun 2021 pascapandemi Covid-19.

Berlokasi di wilayah binaan program CSR PLN Tanjung Jati B, kelompok ini perlahan berkembang menjadi salah satu contoh pemberdayaan pemuda desa melalui pertanian modern berbasis greenhouse. Ketua kelompok, Syaifurrohman Chilmy, mengatakan bahwa perjalanan mereka dimulai dari semangat sederhana untuk belajar dan bangkit setelah pandemi.

“Awalnya kami hanya mendapat bantuan pembangunan satu greenhouse dari program CSR PLN Tanjung Jati B. Dari situ kami mulai belajar serius tentang pertanian modern. Kemudian kami mendapat pendampingan dari Unisnu Jepara sehingga pengelolaan pertanian kami semakin berkembang,” ujarnya.

Kini, Taruna Tani Mapan mengelola dua greenhouse tanaman selada, satu greenhouse melon premium, dan satu greenhouse pembibitan kopi. Seluruh aset tersebut berada di bawah kepemilikan kelompok dan dikelola bersama oleh anggota yang berjumlah sekitar 30 orang.

Nama “TAMPAN” sendiri merupakan singkatan dari Taruna Tani Mapan. Nama itu dipilih sebagai simbol harapan agar petani muda mampu mandiri, modern, dan memiliki masa depan yang menjanjikan di sektor pertanian.

Di dalam greenhouse, hamparan selada hijau tumbuh rapi dan subur. Sistem budidaya yang digunakan mengutamakan efisiensi, kebersihan, serta kualitas hasil panen. Para anggota kelompok belajar langsung mengenai teknik tanam modern, pengelolaan nutrisi tanaman, hingga pemasaran hasil pertanian.

Tidak hanya menjadi tempat produksi, kawasan greenhouse juga menjadi ruang belajar bersama. Para pemuda saling berbagi pengalaman mengenai pertanian tradisional dan modern. Diskusi tentang teknik budidaya, pengendalian hama, hingga strategi pemasaran menjadi kegiatan rutin kelompok tersebut.

Menurut Chilmy, keberadaan kelompok ini juga bertujuan mengubah cara pandang anak muda terhadap dunia pertanian. Selama ini sektor pertanian sering dianggap kurang menjanjikan dan identik dengan pekerjaan berat. Padahal, jika dikelola dengan inovasi dan teknologi, pertanian mampu menjadi sumber ekonomi yang cukup menjanjikan.

“Hari ini anak muda harus melihat pertanian sebagai peluang masa depan. Pertanian bukan lagi sekadar cangkul dan sawah tradisional, tetapi sudah berkembang menjadi pertanian modern yang bisa menghasilkan nilai ekonomi lebih baik,” katanya.

Dari hasil budidaya selada, kelompok TAMPAN mampu menghasilkan sekitar 200 kilogram per bulan. Hasil panen tersebut dipasarkan ke warung makan dan pedagang di sekitar wilayah Jepara. Jika diuangkan, omzet yang dihasilkan berkisar Rp5 juta per bulan.

Meski nominalnya belum terlalu besar, bagi mereka pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pertanian modern dapat menjadi sumber penghasilan yang nyata bagi pemuda desa. Selain itu, keberadaan greenhouse juga membuka peluang usaha baru sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar.

Program CSR PLN Tanjung Jati B dinilai memberi dampak besar terhadap perkembangan kelompok. Bantuan awal berupa greenhouse menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya semangat petani muda di desa tersebut. Sementara pendampingan dari Unisnu Jepara membantu anggota kelompok memahami sistem budidaya yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Ke depan, Taruna Tani Mapan berharap mampu memperluas pasar hasil pertanian mereka sekaligus meningkatkan kapasitas produksi. Mereka juga ingin menjadikan kawasan greenhouse sebagai pusat edukasi pertanian modern bagi generasi muda desa lainnya.

Di tengah arus urbanisasi dan menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian, langkah Taruna Tani Mapan menjadi gambaran bahwa desa masih memiliki harapan besar. Dengan kolaborasi, inovasi, dan semangat belajar, pertanian dapat kembali menjadi sektor yang membanggakan sekaligus menjanjikan bagi masa depan anak muda Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar