MEDIA DESA ONLINE

MEDIA DESA ONLINE
mediadesaonline.com merupakan situs berita online yang berdiri tahun 2023 dan berbadan hukum. Dikelola oleh PT. WEB DIGITAL MARKETING, berkedudukan di Sleman Berita dan informasi yang kami sajikan khusus seputar perkembangan desa di Indonesia mulai dari wisata, ekonomi, politik, pendidikan, pemerintahan, teknologi, dan lain-lain namun pada umumnya segala hal yang dirasa perlu diberitahukan kepada khalayak kami akan mengabarkan kepada semua pembaca.

DAPUR BAROKAH

DAPUR BAROKAH
JUAL NASIBOX ONLINE PERTAMA DIJOGJA

JASA KELOLA MEDSOS

JASA KELOLA MEDSOS
ANTI RIBET UNTUK JALANKAN MEDSOS

MEDIA DESA ONLINE

Selalu Ada Yang Baru

Puluhan Pelaku Ekonomi Kreatif DIY Ikuti Bimtek Content Creator Digital Batch 2, Siapkan Talenta Kreatif Hadapi Era Digital

 

Banner yang di pasang di depan acara pagi hari ini [dok.mediadesaonline] 

BANTUL — Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Content Creator Digital Batch 2 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 2–4 Juni 2026 di Aula Sapta Pesona Dinas Pariwisata DIY, Jalan Janti KM 4 Banguntapan, Bantul, ini menjadi wadah peningkatan kapasitas bagi para pelaku ekonomi kreatif agar mampu berkembang menjadi kreator konten digital yang profesional, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Melalui tema “Pengembangan Talenta Content Creator Digital Berbasis Kreativitas dan Inovasi”, program ini dirancang untuk menjawab tantangan perkembangan industri digital yang semakin pesat. Tidak hanya sekadar mengajarkan teknik membuat konten, peserta juga dibekali kemampuan membangun personal branding, memahami algoritma platform digital, hingga strategi monetisasi yang dapat mendukung keberlanjutan usaha mereka.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Drs. Imam Pratanadi, M.T., dalam surat undangan resmi yang diterbitkan pada 22 Mei 2026 menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor ekonomi kreatif. Kehadiran content creator saat ini dinilai memiliki peran penting dalam memperkenalkan produk, budaya, destinasi wisata, hingga berbagai potensi lokal kepada masyarakat yang lebih luas melalui media digital.

“Konten digital bukan lagi sekadar hiburan. Di era saat ini, konten telah menjadi sarana promosi, edukasi, bahkan instrumen ekonomi yang mampu menggerakkan usaha dan membuka peluang pasar baru,” demikian semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.

Sebanyak puluhan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di DIY mengikuti proses kurasi sebelum dinyatakan lolos sebagai peserta. Mereka berasal dari beragam subsektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, fotografi, desain komunikasi visual, fashion, event organizer, usaha mikro, hingga kreator konten independen.

Nama-nama seperti Choirunisa Windiastuti (La Windia) dari Bantul, Nain Nain Agustina (Batiqlusive) dari Sleman, Andi Setyawan (Elevate Insan Huda), Awit Radiani (Sanggar Wani Migunani), Irvan Riyadi (Kopi Rajabasa), Rohani, Yoga Firmansa, hingga pelaku usaha kreatif lainnya menjadi bagian dari peserta yang akan mendapatkan pendampingan langsung dari para praktisi profesional di bidang digital content.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dan instruktur yang telah berpengalaman dalam industri kreatif digital, di antaranya Fitria Rin Wahyudinnur yang dikenal sebagai Content Creator sekaligus KOL Specialist IDM Network, serta Tiara Dewi Panduwati, S.S., seorang content creator yang aktif mengembangkan strategi konten kreatif berbasis media sosial.

Pada hari pertama, peserta diajak memahami fondasi dunia content creation melalui sesi “Ekosistem Content Creator dan Tren Digital”. Dalam sesi tersebut dibahas perkembangan industri konten digital, tren short video, live streaming, konten edukatif hingga hiburan yang saat ini mendominasi berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Peserta juga diperkenalkan pada struktur dasar pembuatan konten, teknik editing sederhana, voice over, hingga peluang monetisasi melalui TikTok Affiliate dan berbagai fitur ekonomi kreator lainnya.

Materi kemudian berlanjut pada pembahasan strategi engagement dan pertumbuhan akun digital. Peserta belajar memahami cara kerja algoritma platform, teknik meningkatkan interaksi audiens melalui hook yang kuat, call to action yang efektif, serta analisis performa konten untuk meningkatkan jangkauan dan keterlibatan pengguna.

Memasuki sesi produksi, para peserta memperoleh pelatihan teknis mengenai proses pengambilan gambar menggunakan smartphone maupun kamera profesional. Mereka diajarkan teknik framing, komposisi visual, pencahayaan sederhana, pengelolaan audio, hingga penyusunan konsep short video yang menarik dan sesuai karakter audiens digital masa kini.

Tidak berhenti di proses produksi, pelatihan juga memberikan bekal kemampuan editing konten digital. Peserta dikenalkan dengan prinsip-prinsip editing seperti cutting, timing, rhythm, penggunaan transisi, subtitle, hingga optimalisasi video menggunakan aplikasi populer seperti CapCut dan VN. Materi ini menjadi penting mengingat kualitas visual dan kecepatan penyajian konten menjadi faktor utama dalam persaingan dunia digital saat ini.

Selain teori, kegiatan juga menekankan praktik langsung. Peserta diminta membawa perangkat masing-masing seperti smartphone atau tablet yang telah terinstal aplikasi TikTok dan CapCut, tripod, mikrofon, serta perlengkapan produksi sederhana lainnya. Dengan metode workshop, peserta dapat langsung menerapkan materi yang diterima dan mendapatkan evaluasi dari mentor.

Menurut panitia penyelenggara, pendekatan praktik dipilih agar para peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menghasilkan karya yang siap dipublikasikan dan digunakan untuk mendukung promosi usaha mereka.

Program ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Dinas Pariwisata DIY dalam memperkuat daya saing ekonomi kreatif daerah. Sebelumnya, Dinas Pariwisata DIY juga telah menggelar berbagai program penguatan kapasitas digital seperti Bimtek Digital Marketing dan pengembangan talenta kreatif lainnya yang bertujuan membantu pelaku usaha beradaptasi dengan transformasi digital.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap lahir generasi content creator baru yang tidak hanya mahir membuat konten menarik, tetapi juga mampu menjadi motor promosi berbagai potensi lokal DIY. Kreator-kreator tersebut diharapkan dapat mengangkat produk UMKM, seni budaya, destinasi wisata, serta berbagai karya ekonomi kreatif agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Bimtek Content Creator Digital Batch 2 menjadi bukti bahwa transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, melainkan juga tentang membangun manusia kreatif yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan peluang ekonomi baru. Dari ruang pelatihan di Bantul, lahir harapan agar para pelaku ekonomi kreatif DIY mampu menjadikan kreativitas sebagai kekuatan utama dalam menghadapi masa depan yang semakin kompetitif.

Dengan semangat Create, Engage, Monetize, para peserta kini tidak hanya belajar menjadi pembuat konten, tetapi juga dipersiapkan menjadi penggerak ekonomi kreatif yang mampu membawa identitas dan potensi daerah menuju panggung digital yang lebih luas.

Ruangan kegiatan acara pagi ini di aula Pesona Dinas Pariwisata DIY [Dok.mediadesonline]




Posting Komentar

0 Komentar