![]() |
| Dalam Poto Zakiyah Noor,S.Pd bersama siswa memamerkan hasil karyanya (Dok.Pribadi) |
KELET, JEPARA — Perkembangan dunia industri kreatif dan fashion yang semakin pesat menuntut lembaga pendidikan kejuruan untuk mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Keahlian Tata Busana SMK Muhammadiyah 01 Keling Jepara terus bergerak aktif membangun kualitas peserta didik agar memiliki keterampilan yang kompetitif serta mampu bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha mandiri.
Melalui berbagai kegiatan praktik, pameran karya, hingga penguatan keterampilan berbasis industri, jurusan Tata Busana menjadi salah satu program unggulan yang terus berkembang dan mendapat perhatian masyarakat. Tidak hanya mengajarkan teknik menjahit dan desain pakaian, siswa juga dibekali kemampuan berwirausaha, kreativitas desain, hingga pemanfaatan teknologi dalam bidang fashion modern.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Muhammadiyah 01 Keling Jepara, Zakiyah Noor, S.Pd., mengatakan bahwa perkembangan zaman menuntut dunia pendidikan untuk tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga membentuk keterampilan nyata yang dapat langsung diterapkan di masyarakat.
“Program Keahlian Tata Busana SMK Muhammadiyah 01 Keling bergerak menjawab tantangan zaman terhadap kualitas sumber daya manusia yang handal. Kami ingin siswa tidak hanya mampu membuat pakaian, tetapi juga memiliki kreativitas, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan industri fashion saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, dunia fashion kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Industri busana berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang memiliki peluang besar bagi generasi muda. Karena itu, sekolah terus mendorong siswa agar percaya diri menampilkan karya-karya terbaik mereka melalui berbagai ajang pameran maupun kegiatan kewirausahaan.
Dalam sebuah kegiatan pameran karya siswa yang digelar sekolah, berbagai hasil desain busana dipamerkan kepada masyarakat. Aneka kebaya modern, busana pesta, hingga desain pakaian muslim tampil menarik dan mendapat perhatian pengunjung. Kreativitas siswa terlihat dari perpaduan warna, detail bordir, serta model kekinian yang mengikuti tren pasar.
Suasana stan Tata Busana tampak ramai dikunjungi. Para siswa dengan penuh semangat menjelaskan proses pembuatan desain hingga teknik jahit yang digunakan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa untuk mengenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat luas.
Zakiyah Noor menambahkan bahwa pembelajaran di jurusan Tata Busana tidak hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik lapangan dan pelatihan berbasis kebutuhan industri. Hal itu dilakukan agar lulusan SMK Muhammadiyah 01 Keling memiliki kesiapan kerja yang lebih matang.
“Kami terus mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan berani berkarya. Dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga yang tidak hanya terampil, tetapi juga inovatif dan memiliki etos kerja yang baik,” katanya.
Selain itu, pihak sekolah juga berupaya menanamkan jiwa entrepreneurship kepada siswa. Banyak lulusan Tata Busana yang kini mampu membuka usaha jahit mandiri, menerima pesanan busana, hingga memasarkan produk secara online melalui media sosial dan marketplace.
Keberadaan jurusan Tata Busana dinilai menjadi salah satu peluang strategis bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk mandiri secara ekonomi. Dengan keterampilan yang dimiliki, lulusan tidak hanya bergantung pada lapangan pekerjaan formal, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri.
Masyarakat pun memberikan apresiasi terhadap upaya sekolah dalam mengembangkan potensi siswa. Mereka menilai karya-karya yang dihasilkan sudah memiliki kualitas baik dan layak bersaing di pasaran.
Dengan semangat kreativitas dan inovasi, SMK Muhammadiyah 01 Keling Jepara terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap menghadapi perkembangan zaman. Program Keahlian Tata Busana diharapkan menjadi wadah lahirnya desainer-desainer muda berbakat yang mampu membawa nama daerah sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di masa depan.
![]() |
| Saat lakukan bazar produk siswa |


0 Komentar