![]() |
| POSTER YANG BEREDA DIMEDSOS |
DESA TEMPUR, JEPARA, kembali bersiap menyambut hajatan budaya tahunan Sedekah Bumi 2026. Selama 10 hari penuh, mulai Jumat 15 Mei hingga Senin 25 Mei 2026, warga akan menggelar rangkaian kegiatan yang memadukan tradisi, religiositas, dan seni budaya.
Tahun ini Sedekah Bumi mengusung tema _“Nguri-nguri Tradisi, Ngopeni Bumi”_. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa merawat bumi tidak bisa dilepaskan dari menjaga warisan budaya leluhur.
Acara yang didukung Kopi Tempur ini diharapkan menjadi ruang pertemuan warga sekaligus daya tarik wisata budaya di ujung utara Jepara.
Dimulai dengan Bersih Desa dan Ziarah Leluhur
Rangkaian kegiatan dibuka Jumat, 15 Mei 2026 dengan gotong royong *Bersih Desa* serentak di seluruh wilayah Desa Tempur. Aksi bersih-bersih ini menjadi simbol awal untuk menyucikan lingkungan sebelum prosesi inti dimulai.
Sore harinya, warga melakukan *Ziarah Leluhur* ke Makam Mbah Sewo dan Buyut Waryo. Kegiatan dilanjutkan dengan *Manganan dan Do’a Bersama* di Petilasan Punden Mbah Romban dan Candi Angin pukul 06.30–10.00 WIB. Suasana khidmat bercampur kebersamaan mewarnai prosesi pembuka ini.
Pengajian, Istighosah, dan Campursari Warnai Pertengahan Pekan
Memasuki Rabu, 20 Mei 2026, warga Dukuh Duplak akan menggelar *Istighosah* mulai pukul 19.30 WIB. Di waktu bersamaan, Dukuh Kemiren menggelar *Campursari* yang menjadi hiburan rakyat hingga selesai.
Keesokan harinya, Kamis 21 Mei 2026, kegiatan keagamaan lebih intens. Pagi hari digelar *Tahtiman Bil Ghoib* di Masjid Jami’ se-Desa Tempur. Malam harinya, ribuan warga diperkirakan memadati Petinggen Desa Tempur untuk mengikuti *Pengajian Akbar* pukul 19.00–23.00 WIB.
Puncak Acara: Karnaval, Tayub, dan Ketoprak
Puncak Sedekah Bumi jatuh pada Jumat, 22 Mei 2026. Sejak subuh, warga melakukan *Pragat Kerbau* di Petinggen sebagai simbol persiapan menuju prosesi inti. Dilanjutkan *Manganan dan Do’a Bersama* serta *Tahtiman Al-Qur’an Binnafdhor*.
Siang harinya, *Karnaval Kirab Hasil Bumi (Jembul)* akan mengular dari Balai Desa menuju Petinggen. Puluhan kelompok warga membawa hasil bumi dan hiasan kreatif, menjadi tontonan utama yang selalu dinanti.
Kemeriahan berlanjut dengan *Langen Beksan Tayub I* pukul 13.00 WIB, *Pentas Seni Tari Tradisional* malam hari, dan ditutup *Langen Beksan Tayub II* hingga pukul 02.00 dini hari.
Sabtu, 23 Mei 2026, kesenian tradisional kembali ditampilkan. *Langen Beksan Tayub III* digelar di Dukuh Kemiren pagi hari. Siang hingga malam, Balai Desa Tempur menjadi panggung *Seni Drama Ketoprak I dan II* diselingi *Campursari* yang memanjakan pecinta musik tradisional.
Penutup dengan Khataman Al-Qur’an
Seluruh rangkaian ditutup Senin, 25 Mei 2026 dengan *Khataman Al-Qur’an* di Dukuh Duplak. Prosesi ini menjadi penutup spiritual yang mengokohkan nilai religius dalam perayaan Sedekah Bumi.
Merawat Bumi Lewat Tradisi
Panitia menegaskan, Sedekah Bumi bukan sekadar pesta rakyat. Kegiatan ini adalah wujud syukur atas hasil bumi sekaligus ajakan untuk menjaga alam.
“Lewat tema _Nguri-nguri Tradisi, Ngopeni Bumi_, kami ingin mengingatkan bahwa kelestarian lingkungan harus dijaga bersamaan dengan pelestarian budaya. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan,” ujar salah satu panitia.
Kehadiran Kopi Tempur sebagai pendukung juga menambah warna tersendiri. Dengan tagline _“Rasa Asli, Dari Hati”_, produk lokal ini diharapkan ikut mengangkat identitas Desa Tempur di kancah yang lebih luas.
Warga dan wisatawan yang ingin menyaksikan kemeriahan Sedekah Bumi Desa Tempur 2026 bisa langsung datang ke lokasi kegiatan sesuai jadwal. Acara terbuka untuk umum dan gratis.

0 Komentar