MEDIA DESA ONLINE

MEDIA DESA ONLINE
mediadesaonline.com merupakan situs berita online yang berdiri tahun 2023 dan berbadan hukum. Dikelola oleh PT. WEB DIGITAL MARKETING, berkedudukan di Sleman Berita dan informasi yang kami sajikan khusus seputar perkembangan desa di Indonesia mulai dari wisata, ekonomi, politik, pendidikan, pemerintahan, teknologi, dan lain-lain namun pada umumnya segala hal yang dirasa perlu diberitahukan kepada khalayak kami akan mengabarkan kepada semua pembaca.

DAPUR BAROKAH

DAPUR BAROKAH
JUAL NASIBOX ONLINE PERTAMA DIJOGJA

JASA KELOLA MEDSOS

JASA KELOLA MEDSOS
ANTI RIBET UNTUK JALANKAN MEDSOS

MEDIA DESA ONLINE

Selalu Ada Yang Baru

Harga BBM Naik, Tapi Kematian Tetap Mendekat

 

Kenaikan harga BBM kembali menjadi perbincangan masyarakat. Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Adapun Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi tetap berada di harga Rp10.000 per liter. Pemerintah dan Pertamina menyebut penyesuaian harga dilakukan berdasarkan evaluasi harga minyak dunia, kondisi pasar energi, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Kenaikan ini tentu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengapa BBM non-subsidi naik cukup tinggi, sementara Pertalite tetap? Salah satu alasannya karena Pertalite masih mendapat perlindungan melalui mekanisme subsidi dan kompensasi pemerintah sehingga harganya tidak langsung mengikuti harga pasar. Sementara Pertamax dan Pertamax Green mengikuti harga keekonomian yang dipengaruhi harga minyak dunia dan kurs rupiah.

Namun di balik perdebatan ekonomi tersebut, ada sebuah pertanyaan yang jauh lebih besar: untuk apa sebenarnya manusia hidup?

Setiap hari kita mengejar penghasilan. Kita bekerja keras agar bisa membeli kendaraan yang lebih baik, rumah yang lebih besar, dan kehidupan yang lebih nyaman. Ketika harga BBM naik, kita merasa terbebani. Ketika pendapatan naik, kita merasa bahagia. Tetapi Islam mengajarkan bahwa ukuran keberhasilan hidup bukan sekadar apa yang kita miliki, melainkan apa yang kita persiapkan untuk kehidupan setelah kematian.

Banyak orang rela mengantre satu hingga dua jam demi mendapatkan BBM yang lebih murah. Tidak sedikit pula yang rela bangun dini hari untuk mengejar keuntungan usaha atau tambahan pendapatan. Semua itu sah dan bahkan dianjurkan dalam Islam selama dilakukan dengan cara yang halal. Akan tetapi, muncul pertanyaan yang perlu direnungkan bersama: seberapa besar kesungguhan kita ketika adzan berkumandang?

Mobil mewah yang terparkir di halaman rumah, rekening yang terus bertambah, dan jabatan yang tinggi tidak akan ikut masuk ke liang kubur. Yang menemani manusia hanyalah amal perbuatannya. Dalam pandangan Islam, kematian bukan akhir perjalanan, melainkan awal kehidupan yang sesungguhnya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mulk ayat 2 bahwa Dia menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapa yang paling baik amalnya. Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan hidup bukan sekadar mencari kekayaan atau kedudukan, tetapi membangun kualitas amal dan ketakwaan.

Kenaikan harga BBM mengingatkan kita bahwa dunia selalu berubah. Nilai uang bisa turun. Harga kebutuhan pokok bisa naik. Kendaraan yang hari ini dianggap mewah beberapa tahun lagi bisa menjadi barang biasa. Bahkan tubuh yang sekarang sehat suatu saat akan menua. Tidak ada yang benar-benar abadi selain Allah SWT.

Karena itu, ketika masyarakat membicarakan harga Pertamax yang naik hingga lebih dari 30 persen, sesungguhnya ada pelajaran yang lebih dalam. Dunia memang tempat bekerja dan berikhtiar, tetapi jangan sampai seluruh hidup habis hanya untuk mengejar urusan dunia. Jangan sampai kendaraan selalu terisi penuh, tetapi masjid justru kosong dari kehadiran kita. Jangan sampai rekening terus bertambah, tetapi timbangan amal justru kosong.

Islam tidak melarang seseorang menjadi kaya. Banyak sahabat Nabi Muhammad SAW merupakan pedagang sukses dan memiliki harta melimpah. Namun harta mereka berada di tangan, bukan di hati. Ketika adzan berkumandang, mereka mendahulukan panggilan Allah dibanding urusan perdagangan.

Hari ini harga BBM bisa naik. Besok bisa turun. Nilai dolar bisa menguat atau melemah. Pemerintahan bisa berganti. Kondisi ekonomi bisa berubah. Tetapi satu hal yang tidak pernah berubah adalah bahwa setiap manusia sedang berjalan menuju kematian.

Maka mungkin pertanyaan terpenting bukanlah berapa harga BBM hari ini, melainkan sudah sejauh mana kita menyiapkan bekal untuk hari ketika seluruh kendaraan, jabatan, dan kekayaan tidak lagi memiliki arti.

Sebab pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling kaya, siapa yang paling terkenal, atau siapa yang memiliki kendaraan paling mewah. Hidup adalah tentang siapa yang paling siap ketika dipanggil menghadap Allah SWT.

Posting Komentar

0 Komentar