
Jamaah ibu ibu saat menyimak materi yang disampaikan oleh Ustadz diMajid Nur Falah Gentan
SINDUHARJO, SLEMAN — Masjid Nur Falah Gentan, Kalurahan Sinduharjo, Kabupaten Sleman kembali menggelar kegiatan KMS (Kajian Malam Selasa) yang rutin diadakan untuk memperkuat nilai keislaman dan kebersamaan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu menghadirkan KH Muhammad Naim, pengasuh pondok pesantren dari Kulonprogo, sebagai pemateri utama.
Dalam kajiannya, KH Muhammad Naim mengangkat tema tentang “Pengorbanan”, terutama dalam momentum mendekati Hari Raya Iduladha. Di hadapan jamaah yang didominasi ibu-ibu dan warga sekitar, beliau menjelaskan bahwa kehidupan manusia tidak pernah lepas dari pengorbanan, baik dalam urusan dunia maupun ibadah kepada Allah SWT.
“Setidaknya ada empat bentuk pengorbanan dalam kehidupan manusia yang harus dipahami umat Islam. Pengorbanan waktu, tenaga, perasaan, dan harta. Semua itu menjadi bagian dari perjalanan ibadah seseorang,” ujarnya dalam tausiyah.
Beliau mencontohkan bahwa ibadah bukan hanya sebatas salat dan puasa, tetapi juga bentuk pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, ketika seseorang menyisihkan sebagian rezekinya untuk infak dan sedekah, hal itu termasuk bentuk pengorbanan yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
“Kalau kita bisa menyisihkan uang untuk infak, membantu masjid, membantu sesama, itu juga pengorbanan. Dan setiap pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapat balasan dari Allah,” tambahnya.
Kajian berlangsung dengan suasana khidmat. Para jamaah tampak antusias mengikuti pemaparan materi hingga sesi tanya jawab. Selain menjadi sarana menambah ilmu agama, kegiatan KMS juga menjadi ajang silaturahmi warga Gentan dan sekitarnya.
Takmir Masjid Nur Falah menyampaikan bahwa kegiatan Kajian Malam Selasa akan terus diadakan secara rutin sebagai upaya membangun masyarakat yang religius dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Gentan Sinduharjo.
“Kami berharap kajian seperti ini bisa memberikan manfaat dan menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa hidup tidak lepas dari perjuangan serta pengorbanan demi mendapatkan keberkahan hidup,” ujar salah satu panitia kegiatan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sederhana antarjamaah. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan bukan hanya dimaknai saat Iduladha, melainkan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian, keikhlasan, dan semangat berbagi kepada sesama.
0 Komentar