![]() |
| Khotib Saat Khotbah Idul Adha di Masjid Nur Falah Gentan Sinduharjo Sleman |
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam. Dialah yang telah memberikan nikmat iman, nikmat Islam, kesehatan, kesempatan, serta mempertemukan kita kembali dengan hari raya Idul Adha 1447 Hijriah, hari yang penuh makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.
Jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,
Hari ini umat Islam di seluruh penjuru dunia mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, bukan pula hanya tentang penyembelihan hewan qurban. Lebih dari itu, Idul Adha adalah momentum untuk memperkuat ketakwaan, meningkatkan kepatuhan kepada Allah, dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama manusia.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Hajj ayat 37:
“Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa inti dari ibadah qurban bukan terletak pada banyaknya hewan yang disembelih, bukan pula pada kemewahan atau kebanggaan duniawi. Yang Allah nilai adalah keikhlasan hati, ketakwaan, serta kesungguhan kita dalam mendekatkan diri kepada-Nya.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Idul Adha mengajarkan bahwa hidup membutuhkan pengorbanan. Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam memberikan teladan luar biasa tentang kepatuhan tanpa syarat kepada Allah. Ketika beliau diperintahkan untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail ‘Alaihissalam, beliau tidak membantah. Nabi Ismail pun menerima perintah itu dengan penuh keimanan.
Inilah pelajaran besar bagi kita semua: cinta kepada Allah harus dibuktikan dengan ketaatan.
Allah berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 31:
“Katakanlah (Muhammad), jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.”
Cinta kepada Allah tidak cukup hanya diucapkan di lisan. Cinta kepada Allah harus diwujudkan dalam ibadah, kejujuran, kepedulian sosial, menjaga amanah, serta menjauhi kezaliman dan kesombongan.
Jamaah Idul Adha yang berbahagia,
Di tengah kehidupan hari ini, ketika banyak manusia mengejar dunia tanpa batas, Idul Adha mengingatkan kita agar tidak menjadi pribadi yang hanya memikirkan diri sendiri. Qurban mengajarkan berbagi. Ada fakir miskin yang menunggu kebahagiaan dari daging qurban. Ada tetangga yang membutuhkan perhatian. Ada saudara-saudara kita yang hidup dalam kesulitan.
Karena itu, semangat qurban harus melahirkan solidaritas sosial. Jangan sampai ibadah hanya menjadi rutinitas tanpa makna. Jangan sampai kita rajin beribadah tetapi hati masih keras, mudah menyakiti, dan tidak peduli terhadap penderitaan orang lain.
Allah juga mengingatkan melalui kisah Qabil dan Habil dalam Surat Al-Maidah bahwa Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa. Amal yang diterima bukan yang paling besar nilainya di mata manusia, tetapi yang paling ikhlas di hadapan Allah.
Jamaah rahimakumullah,
Mari jadikan Idul Adha tahun ini sebagai momentum memperbaiki diri:
- memperbaiki shalat kita,
- memperbaiki akhlak kita,
- memperkuat ukhuwah,
- serta memperbesar kepedulian terhadap sesama.
Semoga Masjid Nur Falah Gentan, Sinduharjo, Sleman terus menjadi pusat ibadah, persatuan umat, dakwah, pendidikan, dan kepedulian sosial bagi masyarakat sekitar.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.
Doa Penutup
Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang ikhlas dalam beribadah. Terimalah amal qurban kami, ampunilah dosa kedua orang tua kami, kuatkan persaudaraan kami, dan jauhkan negeri kami dari perpecahan, kezaliman, serta kesulitan hidup.
Ya Allah, limpahkan keberkahan kepada jamaah Masjid Nur Falah Gentan Sinduharjo Sleman, berikan kesehatan, rezeki yang halal, keluarga yang sakinah, dan akhir hidup yang husnul khatimah.
Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina adzaban nar.
Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
![]() |
| Anak kecil ini memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan khotin dalam khotbah |


0 Komentar