
Kepela Desa Titang nampak Poto bersama (@dok.fb Kecamatan jogonalan)
Desa Titang — Pemerintah Kabupaten Klaten resmi menetapkan Desa Titang, Kecamatan Jogonalan, sebagai lokus Program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) Tahun 2026. Penetapan tersebut berlangsung di ruang B2 Gedung Setda Klaten, Kamis (23/04/2026).
Program Desa Cantik merupakan inisiatif untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data di tingkat desa agar lebih akurat, terpadu, dan berkelanjutan. Data yang berkualitas diharapkan menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah perwakilan desa menerima piagam pencanangan sebagai tanda dimulainya implementasi program. Pemerintah daerah menekankan bahwa desa berbasis data akan lebih mampu membaca kondisi riil masyarakat, mulai dari tingkat kesejahteraan hingga kebutuhan pembangunan.
“Dengan data yang baik, kebijakan akan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar salah satu perwakilan dalam acara tersebut.
Program ini juga diharapkan mampu menjadikan Desa Titang sebagai percontohan desa berbasis data di wilayah Klaten Selatan. Integrasi data dari tingkat desa hingga kecamatan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.
Namun demikian, tanggapan beragam muncul dari masyarakat. Salah satu anggota BPD Desa Titang, Saryanto, mengaku masih mencoba memahami konsep statistik dalam program tersebut.
“Jujur saya belum terlalu paham statistik, mungkin yang paling mendekati ya sensus. Kalau kemiskinan bertambah, apakah berarti desa tidak maju? Atau sebaliknya kalau berkurang berarti berhasil?” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menyoroti manfaat langsung program bagi desa. “Hadiahnya apa, hanya sertifikat? Kalau ada anggaran, saya juga belum diajak diskusi,” ujarnya dengan nada santai.
Meski begitu, Saryanto menegaskan komitmennya sebagai anggota BPD. Ia menyatakan tetap akan mendukung program selama memberi manfaat bagi masyarakat.
“Biar warga yang menilai saya selama jadi BPD berhasil atau tidak. Saya ini relawan, selama mampu saya jalani,” katanya.
Pemerintah berharap, melalui sinergi antara perangkat desa, BPD, dan masyarakat, Program Desa Cantik tidak hanya menjadi seremoni, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan nyata dalam tata kelola data dan pembangunan desa.
Dengan penguatan data yang akurat dan transparan, Klaten menatap visi sebagai daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
0 Komentar